Iren: Menjelajah Dunia Lewat Kata, Merawat Mimpi di Sela Rutinitas

 


Di balik tumpukan cucian dan aroma masakan rumahan, ada Iren, seorang ibu rumah tangga dengan dua impian besar yang bersembunyi di relung hatinya: mengelilingi dunia dan menjadi penulis terkenal. Siapa sangka, di antara kesibukannya mengurus rumah dan menyiapkan Adzril yang sebentar lagi masuk SD, Iren justru menemukan kekuatan untuk merajut mimpinya.

Setiap pagi, setelah sarapan dan Adzril sibuk dengan mainannya, Iren akan meraih laptop. Bukan untuk sekadar berselancar di media sosial, tapi untuk "melarikan diri" sejenak. Jemarinya menari di atas keyboard, merangkai kata demi kata, menciptakan dunia baru yang belum terjamah. Terkadang, ia menulis tentang petualangan yang ia impikan: mendaki pegunungan bersalju di Swiss, menjelajahi pasar tradisional di Maroko, atau merasakan hembusan angin di pesisir Santorini. Di lain waktu, ia menulis fiksi yang menghibur, atau esai tentang pandangannya terhadap kehidupan sebagai seorang ibu.

Menulis bukan hanya sekadar hobi bagi Iren, melainkan sebuah pelarian dan terapi. Di sanalah ia bisa menuangkan segala pikiran, emosi, dan imajinasinya. Terkadang, ide muncul saat ia sedang menyapu lantai, atau ketika Adzril berceloteh riang. Ia akan cepat-cepat menuliskannya di catatan kecil, takut inspirasi itu menguap begitu saja.

Selain menulis, Iren juga seorang pembaca setia. Buku-buku adalah paspornya menuju berbagai destinasi tanpa harus meninggalkan rumah. Dari novel fiksi yang memikat hingga buku-buku perjalanan yang menginspirasi, ia melahapnya di sela-sela waktu istirahat. Mungkin saat Adzril tidur siang, atau ketika suami sedang menonton televisi. Baginya, membaca adalah cara untuk memperkaya kosakata, memperluas wawasan, dan tentu saja, memupuk kembali mimpinya.

Banyak yang mungkin bertanya, bagaimana Iren bisa punya waktu? Jawabannya sederhana: manajemen waktu dan tekad. Ia belajar mencuri waktu. 15 menit saat Adzril asyik bermain, 30 menit sebelum tidur, atau bahkan saat menunggu air mendidih. Sedikit demi sedikit, konsisten, dan penuh semangat.

Iren adalah bukti bahwa impian tidak mengenal batas status atau kesibukan. Menjadi seorang ibu rumah tangga adalah peran yang mulia, namun itu tidak berarti ia harus mengubur ambisi pribadinya. Justru, peran itu memberinya perspektif unik dan kedalaman cerita yang bisa ia tuangkan dalam tulisannya. Adzril, dengan segala tingkah polahnya, adalah inspirasi tak terbatas. Rumahnya yang hangat adalah saksi bisu dari setiap kata yang ia rangkai dan setiap halaman yang ia baca.

Iren mungkin belum mengelilingi dunia, atau belum menjadi penulis best-seller seperti yang ia impikan. Tapi setiap hari, ia sudah menjelajah dunia lewat imajinasinya dan menulis kisahnya sendiri dengan tinta semangat. Ia adalah inspirasi nyata bahwa dengan sedikit kemauan dan banyak cinta, impian bisa tetap hidup di tengah rutinitas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untukmu, Cintaku yang Tak Henti

Mencari Sahabat yang Hilang

Dunia Tanpa Suara