Mencari Sahabat yang Hilang
Dua puluh tahun. Dua dasawarsa. Itu bukan hitungan yang sebentar untuk sebuah persahabatan. Bagi Nara, Tiara bukan sekadar teman, tapi cerminan dirinya di masa lalu, saksi tawa dan tangis yang tak terhitung, bank rahasia yang paling aman. Dulu, hampir setiap hari mereka bertukar kabar, kadang hanya sekadar "udah makan belum?", kadang panjang lebar membahas drama hidup yang tak ada habisnya. Sesekali, mereka bertemu, entah untuk sekadar ngopi atau cari makan di tempat baru. Tapi anehnya, setiap kali mereka janjian makan, Tiara selalu pulang dengan keluhan sakit perut. Awalnya Nara pikir itu kebetulan, atau mungkin Tiara memang punya perut yang sensitif. Namun, belakangan ini, ada yang terasa kosong. Tiara menghilang. Bukan menghilang secara fisik, tapi dari dunia Nara. Pesan singkat tak berbalas, panggilan tak terangkat. Dan yang paling terasa janggal adalah hilangnya story Instagram Tiara. Biasanya, akun itu selalu ramai dengan potret keseharian Tiara yang ceria, atau pali...