Bumbu Cinta dan Link Harapan Mami Rere
Dulu, Rere si kepala tiga lebih dikit (tepatnya 36 tahun), punya dua mimpi segede gaban: keliling dunia sambil nenteng paspor lusuh, dan jadi penulis best-seller yang karyanya dipajang di toko buku bandara. Impiannya itu dulu bersanding manis sama poster boyband Korea di kamarnya. Tapi sekarang? Impiannya bersanding sama tumpukan bumbu instan dan paket Shopee yang siap dikirim.
Mami Rere dan Bisnis Bumbu Cinta
Di pagi yang cerah, di rumah Rere yang mungil tapi penuh cinta (dan kadang berantakan), aroma bawang goreng dan bumbu rempah selalu jadi parfum andalan. Rere, dengan jilbabnya yang kadang miring sedikit karena gerak cepat, lagi sibuk meracik bumbu Instant Cook. Usaha ini dia bangun dari nol, niatnya sih mulia: bantu ibunya, dan juga suami yang gajinya pas-pasan kayak jalan tol di hari raya.
"Dion! Sarapan dulu, Nak! Nanti telat sekolah!" teriak Rere, suaranya kayak klakson bemo tapi penuh sayang.
Dion, jagoan kecilnya yang berumur 6 tahun, muncul dengan seragam SD barunya yang masih kinclong. Wajahnya berseri-seri, tapi di balik senyum itu, Rere tahu ada daftar panjang "kebutuhan sekolah" yang menunggu. Seragam baru, buku tulis, pensil warna, sampai mungkin kura-kura peliharaan kelas yang harus dihidupi. Duh, dompet Rere langsung bergetar.
Shopee Affiliate: Antara Harapan dan Paket Nganggur
Selain jadi koki rumahan dadakan, Rere juga nyambi jadi Shopee Affiliate dari tahun 2020. Udah empat tahun lho, empat TAHUN! Kalau diibaratkan pacaran, ini udah masuk masa kritis antara nikah atau putus. Tapi Rere nggak putus asa. Walaupun komisinya kadang cuma cukup buat beli kerupuk sebungkus, atau malah seringnya NOL BESAR sampai dia mikir, "Ini Shopee lupa ngasih komisi atau emang aku nggak laku ya?" Dia tetap semangat.
Setiap malam, setelah Dion tidur pulas sambil memeluk selimut bergambar robot, Rere bakal nongkrong di depan laptop. Nyari produk lucu buat dipromosiin, bikin caption ala-ala influencer (padahal follower-nya cuma keluarga besar dan beberapa teman SMA), terus ngarep ada yang ngeklik link-nya.
"Ya Allah, semoga besok ada yang belanja lewat link Rere. Biar Dion bisa beli buku baru, biar Rere bisa nulis buku juga, biar bisa keliling dunia gratis, Ya Allah!" doanya sambil memejamkan mata, saking khusyuknya sampai kepalanya nyaris nemplok di keyboard.
Semangat Membara (dan Doa yang Tak Putus)
Kadang, kalau lagi capek banget, Rere suka ngeluh ke suaminya. "Mas, ini bumbu udah numpuk, Shopee Affiliate juga kok ya gini-gini aja hasilnya? Apa aku ganti profesi jadi penjinak singa aja ya?"
Suaminya cuma senyum, terus ngelus kepala Rere. "Sabar, Bu. Rezeki itu nggak lari. Yang penting usaha terus, ikhtiar, sama jangan lupa doa."
Dan Rere selalu ingat kata-kata itu. Dia tahu, impian keliling dunia dan jadi penulis terkenal itu nggak bakal datang dengan sendirinya. Perlu diperjuangkan, perlu dicicil dengan setiap bungkus bumbu yang terjual, dengan setiap link Shopee yang dibagikan.
Meskipun kadang saldo Shopee Affiliate bikin hati nyut-nyutan, atau ada pelanggan yang rewel minta bumbu tanpa MSG tapi rasanya tetep medok, Rere nggak pernah menyerah. Dia selalu ingat Dion, tatapan polosnya yang butuh masa depan cerah, dan senyum ibunya yang bangga.
Setiap habis sholat subuh, Rere selalu menengadahkan tangan. "Ya Allah, lancarkanlah usaha hamba, berikan kemudahan untuk Dion sekolah, sehatkan Ibuku. Dan kalau boleh, kasih Rere rezeki lebih biar bisa keliling dunia sama nulis buku, ya Allah! Aamiin."
Dan di balik hiruk pikuknya jualan bumbu dan nge-link Shopee, impian Rere tetap bersemayam. Mungkin suatu hari nanti, dia nggak cuma sibuk packing bumbu, tapi juga packing koper untuk keliling dunia, atau menanda-tangani buku best-seller-nya di sebuah toko buku yang megah. Yang jelas, semangat Rere nggak pernah luntur, secerah senyum Dion di pagi hari.
Komentar
Posting Komentar