Postingan

Bukan Langganan Streaming, Tapi Langganan Kebun Binatang Jambi! (Edisi Jantung Emak Mau Copot)

Gambar
Halo para ibu rumah tangga se-Kota Jambi, se-Indonesia Raya, atau mungkin yang lagi baca dari galaksi Bima Sakti? Gimana nih kabar long weekend -nya? Lebih banyak cuci mata atau cuci piring? Hahaha! Sini kumpul, cerita bareng Bunda Irentha yuk! Tebak hari ini kita weekend ke mana? Ke mall? Bukan. Ke cafe aesthetic ? Tentu tidak. Jawabannya adalah: Kebun Binatang Jambi... (LAGI). Iya, Bunda-bunda sekalian, kalian nggak salah baca. Terhitung sejak bulan Januari, ini udah keempat kalinya kita setor muka ke sini. Kayaknya satwa-satwa di sana udah pada hafal dan ngebatin, "Lah, rombongan ini lagi yang dateng." Semua ini gara-gara jagoan kecilku, si Adzril, lagi di fase cinta mati sama kebun binatang. Kalau lagi nonton TV di kamar neneknya, yang diputar di YouTube pasti tontonan soal satwa. Untungnya sih, emaknya ini juga lebih prefer jalan-jalan ke kebun binatang daripada ke mall (hitung-hitung menyelamatkan dompet dari godaan diskon baju dan perabotan dapur, kan? 😂 ). ...

"Bunda Sang Ratu Kamar & Pasukan Daster".

  Babak 1: Medan Perang Pukul 6 Pagi Setiap pagi, alarm kehidupan dimulai bukan dengan kicauan burung, tapi dengan teriakan legendaris: "ADEK! BANGUN! UDAH SIANG INI!" (Padahal matahari saja belum login). Sebagai ibu dari anak kelas 1 SD, pagi hari adalah olahraga kardio terbaik . 06:00: Membangunkan anak (tingkat kesulitan: Hard ). 06:15: Mencari kaus kaki yang entah kenapa selalu hilang sebelah, seolah dimakan monster kolong kasur. 06:30: Sarapan dengan kecepatan cahaya. "Kunyah, Dek! Jangan diemut!" 06:45: Mengantar ke depan gerbang dengan daster yang ditutupi jaket (kostum wajib ibu-ibu pengantar sekolah). Begitu si Kecil masuk gerbang sekolah, rasanya seperti baru saja memenangkan Perang Dunia ke-3. Helaan napas lega terdengar, "Huft, tugasku selesai... sampai jam 3 sore!" Babak 2: Transformasi Menjadi "Putri Tidur" Nah, ini bagian terbaiknya. Karena si anak ada les tambahan di sekolah dan bar...

Tumben! Blog Berdebu Di-upgrade, Sambil Menggoreng Katsu & Membayangkan Oppa Korea Nge-Review Jualan!

Gambar
  Halo Netizen dan para Penghuni Blog yang budiman! Tarik napas, buang... Kalian pasti kaget melihat notifikasi dari blogku ini. Jujur ya, aku sendiri juga kaget! 🤣 Blog ini kayaknya udah lebih berdebu daripada koleksi buku resep yang jarang dibuka. Tapi, hari ini, di awal bulan Desember yang dingin-dingin manja ini, aku memutuskan untuk menyentuh keyboard lagi. Anggap aja ini Diary Online -ku yang lagi comeback dari masa pensiun! Hehe... Pagi ini dimulai dengan ritual yang agak serius: Hari kedua Ujian Tertulis si Jeonha Adzril (kelas 1 SD yang bentar lagi lulus trial-error nulis, semangat, Nak!). Alhamdulillah , semalam semua kisi-kisi sudah kami hajjar habis-habisan. Begitu Adzril sudah ngacir ke sekolah dengan tas gede yang beratnya sama kayak beban hidup emaknya (lebay dikit gapapa lah ya!), dan Pak Suami juga sudah meluncur ke kantor, tibalah saatnya me time versi ibu rumah tangga multitasking . Kalian kira aku bakal rebahan cantik sambil meditasi? S...

Dari Ratu Tantrum ke Ratu Tenang: Cerita Iren yang Sekarang Lebih Adem 🌿

Gambar
  👋 Hai Gaes ! Siapa nih yang kangen aku? Ketemu lagi sama Iren setelah sekian lama vakum ngeblog (atau nge-apapun ). Sekarang usiaku udah 36 tahun lho . Iya, tiga puluh enam . Bukan 26, bukan 16 juga. Waktu emang sekejam itu , tapi tenang, skill nulis dan kegaje lan masih sama seperti dulu, kok . 😉 Biar gampang stalking akun-akunku yang lain (biar endorsan -ku nambah, hehe), aku masih setia dengan handle @irentha di mana-mana. Cari aja, pasti ketemu! 😜 Ngomongin soal perubahan hidup , siapa sih yang nggak ngalamin? Aku juga kok! Dulu aku tuh bisa dibilang ratu tantrum — beneran, mahkotanya aja yang belum sempat dipesen di Shopee. 😅 Pokoknya kalau ada hal yang gak sesuai keinginanku, aku bisa langsung bete, ngambek, dan kehilangan arah kayak GPS yang sinyalnya ilang. Egois? Banget. Ngeselin? Lebih banget lagi. Tapi ya itu aku dulu. Sampai akhirnya di tahun 2024 , aku dinyatakan diabetes . Aneh tapi nyata, aku malah nerimanya dengan tenang . Gak ada drama ...

Jurus Jitu Emak Tania

Gambar
  Mentari pagi Jambi menyapa lewat celah gorden kamar Tania. Senyum tipis mengembang di wajahnya. Hari ini, si sulung Doni sudah mulai lancar memakai seragam sendiri. Sebuah kemajuan kecil yang selalu berhasil membuat hati Tania menghangat. Di sampingnya, Pak Toni masih terlelap, menikmati sisa mimpi sebelum rutinitas kantor menjemput. Tania menghela napas pelan saat melihat tumpukan baju kotor di keranjang. Belum lagi sarapan dan bekal sekolah Doni. Kadang, sebagai ibu rumah tangga, Tania merasa seperti superhero tanpa jubah, melakukan segalanya sendiri. Lelah? Tentu saja. Tapi Tania punya jurus jitu. Daripada harus menggerutu atau marah-marah ke Doni dan Pak Toni, ia lebih memilih menunda pekerjaan itu sejenak. Toh, dunia tidak akan kiamat hanya karena cucian belum disetrika. Sambil menunggu air mendidih untuk membuat teh, Tania melirik laptop di meja makan. Episode terbaru series kesukaannya sudah tayang! Ah, ini dia amunisi paginya. Beberapa menit menikmati alur cerita ya...