Jurus Jitu Emak Tania
Mentari pagi Jambi menyapa lewat celah gorden kamar Tania. Senyum tipis mengembang di wajahnya. Hari ini, si sulung Doni sudah mulai lancar memakai seragam sendiri. Sebuah kemajuan kecil yang selalu berhasil membuat hati Tania menghangat. Di sampingnya, Pak Toni masih terlelap, menikmati sisa mimpi sebelum rutinitas kantor menjemput.
Tania menghela napas pelan saat melihat tumpukan baju kotor di keranjang. Belum lagi sarapan dan bekal sekolah Doni. Kadang, sebagai ibu rumah tangga, Tania merasa seperti superhero tanpa jubah, melakukan segalanya sendiri. Lelah? Tentu saja. Tapi Tania punya jurus jitu. Daripada harus menggerutu atau marah-marah ke Doni dan Pak Toni, ia lebih memilih menunda pekerjaan itu sejenak. Toh, dunia tidak akan kiamat hanya karena cucian belum disetrika.
Sambil menunggu air mendidih untuk membuat teh, Tania melirik laptop di meja makan. Episode terbaru series kesukaannya sudah tayang! Ah, ini dia amunisi paginya. Beberapa menit menikmati alur cerita yang seru, sedikit banyak bisa mengusir penat.
Siang harinya, setelah Doni pulang sekolah dan Pak Toni masih di kantor, kesunyian rumah terkadang menusuk. Tania merindukan obrolan ringan, canda tawa selain dengan Doni yang sedang aktif-aktifnya. Kadang, rasa bosan itu datang menyerang. Tapi Tania punya kontak ajaib bernama Dinda. Sebentar saja chat atau telepon, ide untuk jalan-jalan sore atau sekadar ngopi cantik langsung muncul. Bertemu Dinda selalu jadi recharge energi buat Tania. Mereka bisa berbagi cerita, tertawa lepas, dan sejenak melupakan status sebagai ibu rumah tangga.
Malam harinya, setelah semua tugas selesai dan Doni sudah terlelap, Tania bisa sedikit bernapas lega. Ia duduk di sofa, ditemani secangkir teh hangat dan episode berikutnya dari series favoritnya. Ia tahu, menjadi ibu rumah tangga memang bukan pekerjaan yang mudah. Ada hari-hari yang terasa panjang dan melelahkan. Tapi di sela-sela itu, ada senyum Doni, pelukan hangat dari Pak Toni, dan kebersamaan dengan Dinda yang selalu menjadi penyemangatnya. Tania mungkin merasa lelah, tapi ia selalu berusaha menjalani hari-harinya dengan ceria. Karena bagi Tania, kebahagiaan itu sederhana, hadir dalam setiap momen kecil bersama orang-orang yang ia sayangi.
Komentar
Posting Komentar