Dari Ratu Tantrum ke Ratu Tenang: Cerita Iren yang Sekarang Lebih Adem 🌿

 

👋 Hai Gaes! Siapa nih yang kangen aku?

Ketemu lagi sama Iren setelah sekian lama vakum ngeblog (atau nge-apapun). Sekarang usiaku udah 36 tahun lho. Iya, tiga puluh enam. Bukan 26, bukan 16 juga. Waktu emang sekejam itu, tapi tenang, skill nulis dan kegajelan masih sama seperti dulu, kok. 😉

Biar gampang stalking akun-akunku yang lain (biar endorsan-ku nambah, hehe), aku masih setia dengan handle @irentha di mana-mana. Cari aja, pasti ketemu! 😜

Ngomongin soal perubahan hidup, siapa sih yang nggak ngalamin? Aku juga kok!
Dulu aku tuh bisa dibilang ratu tantrum — beneran, mahkotanya aja yang belum sempat dipesen di Shopee. 😅
Pokoknya kalau ada hal yang gak sesuai keinginanku, aku bisa langsung bete, ngambek, dan kehilangan arah kayak GPS yang sinyalnya ilang.
Egois? Banget. Ngeselin? Lebih banget lagi. Tapi ya itu aku dulu.

Sampai akhirnya di tahun 2024, aku dinyatakan diabetes.
Aneh tapi nyata, aku malah nerimanya dengan tenang. Gak ada drama nangis tiga episode, gak ada marah sama semesta. Entah sejak kapan aku berubah, tapi yang jelas sekarang aku jauh lebih tenang dan positif.

Aku belajar satu hal penting:
💬 “Kalau pikiranku tenang, tubuhku ikut sehat.”

Sekarang, kalau ada hal yang gak sesuai keinginan, aku gak meledak lagi. Aku tarik napas, minum air putih (tanpa gula pastinya 😄), dan senyum. Karena aku tau, hati dan pikiran yang tenang bisa bantu nurunin gula darah juga.

Aku juga jadi lebih sabar — sama Adzril (6 tahun), sama suami, sama orang tua. Kadang masih pengen ngomel sih, tapi sekarang udah ada tombol “pause”-nya. 😌

Pesanku buat semua ibu (dan siapa pun yang baca ini):
Hidup kita tergantung dari apa yang kita pikirkan.
Kalau mau hidup lebih baik, mulailah dengan pikiran yang baik-baik.
Tanpa disadari, hal-hal baik bakal datang pelan-pelan.

Semangat yaa… hidup ini gak harus selalu manis, tapi kalau dijalani dengan tenang, tetap terasa indah. 💖

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untukmu, Cintaku yang Tak Henti

Mencari Sahabat yang Hilang

Dunia Tanpa Suara